Sabtu, 17 Agustus 2013

TANPA-AKU ADALAH INTISARI AJARAN BUDDHA

TANPA-AKU ADALAH INTISARI AJARAN BUDDHA

Dunia ini adalah Kosong.Kosong dari apa? Kosong dari Aku dan segala sesuatu milik Aku.…Segala sesuatu adalah tidak nyata, hanya ilusi.

Semua entitas (wujud) yang lahir itu ada, tetapi tanpa Aku. Mereka seharusnya tidak dipegang erat dan dijadikan Aku, karena mereka akan menjerat batin kita, menjebak kita selamanya, dan menyiksa kita dengan begitu liciknya, tanpa menimbulkan Kecurigaan sedikit pun.Seseorang yang menganggap hal-hal kosong sebagai kenyataan adalah seseorang yang keliru memahami atau… seseorang yang memberikan pada dirinya sendiri segudang 'dukkha'.Bahasa yang diucapkan seperti ada sebuah "Aku" adalah bahasa Manusia. Kata-kata yang diucapkan tanpa ada arti "Aku" adalah bahasa Dhamma.

Sebuah doktrin yang masih mengajarkan bahwa ada 'Aku' akan selalu berakhir menuju pada perluasan ke-egoisan dan tidak akan dapat melenyapkan 'dukkha', karena ke-egoisan berasal dari kotoran batin.Tidak melekat pada segala sesuatu sebagai Aku atau Milikku, tetapi lebih melihat segala sesuatu terjadi sesuai "Sebab dan Akibat", tidak ada kaitannya dengan nihilisme. Hal ini adalah sesuatu yang sangat jauh berbeda. Pahamilah dengan benar, sehingga Anda dapat mengerti intisari agama Buddha: "Tiada apa pun yang dapat dianggap sebagai Aku"

(Practical Buddhism, by Ajahn Buddhadasa, penerbit Karaniya)






Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 27 Juli 2013

Hati-hati semprotan serangga

Selamatkan nyawa 1 orang, cukup dengan menyebarkan berita ini.

Biarlah ini tidak terjadi kepada siapa pun, ini bisa menjadi kesalahan umum dalam rumah tangga.

Ini kecelakaan mengejutkan terjadi.

Seorang ibu rumah tangga tewas akibat luka bakar berkelanjutan di dapur. Suaminya juga dirawat di rumah sakit, cedera karena terbakar saat mencoba menyelamatkan istrinya.

Bagaimana hal itu bisa terjadi ??

Kompor gas menyala dan sedang memasak. Istri mengamati kecoa di dekat cuci piring dan mengambil pembunuh serangga lalu disemprot dekat kompor gas. Ada ledakan dan dalam waktu singkat wanita malang itu terbakar dalam api, mengalami luka bakar 65%. Suaminya bergegas masuk, mencoba untuk memadamkan api dan pakaiannya juga terbakar.

Suami masih di bangsal rumah sakit, krn luka bakar dan masih tidak menyadari bahwa istrinya dinyatakan meninggal pada saat kedatangannya.

Mari kita memahami: Semua semprotan pembunuh serangga memiliki pelarut yang sangat mudah menguap dan mudah terbakar. Nano partikel semprot dikabutkan menyebar dengan sangat cepat dan satu percikan sudah cukup untuk menyalakan campuran eksplosif dengan oksigen hadir di udara. Karena di negara kita sering terjadi mati listrik juga.

Jangan sekali kali menyemprot nyamuk di dekat lilin yg menyala

Jangan simpan info ini saja.
Silakan berbagi. Siapa tahu Anda dapat menyelamatkan banyak orang.


Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 13 Juli 2013

TIGA MACAM KEBAIKAN

TIGA MACAM KEBAIKAN. (Kusalamula 3)


<3[I]<3 ALOBHA:
Tidak tamak, tidak loba atau ketidak cenderungan pikiran terhadap suatu obyek. Ia juga disebut Nekkhamma-dhatu (pengingkaran diri atau meninggalkan kesenangan duniawi) atau disebut juga Anabhijjha (tidak mempunyai napsu loba).

<3[II]<3 ADOSA:
Tidak benci, tidak dendam, menurut etika berarti persahabatan, yaitu kecenderungan dari pikiran kearah obyeknya, kemurnian pikiran. Ia juga disebut Abyapada (tidak mempunyai kemauan jahat) dan Metta (cinta-kasih tanpa pamrih).

<3[III]<3 AMOHA:
Tidak bodoh atau mengenal sesutu menurut keadaan yang sebenarnya. Ia juga disebut Nana (Pengertian), Panna (Kebijaksanaan), Vijja (Pengetahuan), Samma-ditthi (Pandangan Benar).

CATATAN:

Bagi mereka dalam dirinya
telah bernaung Kusala-mula 3 disebut Tihetuka-puggala (makhluk yang bersekutu dengan "tiga sebab/akar). Ada 4 jenis:
1. Tihetuka Ukkhatthukkattha (tinggi-tinggi).
2. Tihetuka Ukkhatthomaka (tinggi-rendah).
3. Tihetuka Omakukkhattha (rendah-tinggi).
4. Tihetuka Omakomaka (rendah-rendah).
Penjelasan:
No.1 dan 2 diatas bila meninggal dunia terlahir lagi menjadi Tihetuka-puggala. Melaksanakan Samatha mencapai Jhana, Vipassana mencapai kesucian. Sedangkan No.3 dan 4 diatas bila meninggal dunia terlahir menjadi Dvihetuka-puggala.

(Dighanikaya III.275).

*************************
Pengurai Dhamma:
Pandit J. Kaharuddin.
*************************
Sent from BlackBerry® on 3

Jumat, 12 Juli 2013

Uraian Singkat Tentang Karma

HINDARI KEJAHATAN - PERBANYAK KEBAJIKAN - SUCIKAN HATI DAN PIKIRAN

Aku adalah pemilik kammaku sendiri...
Pewaris kammaku sendiri...
Lahir dari kammaku sendiri...
Berhubungan dengan kammaku sendiri...
Terlindung dari kammaku sendiri...
Apapun kamma yang kuperbuat, baik atau buruk...
Itulah yang akan aku warisi...

Dua kalimat terakhir menjelaskan bahwa "SEBAB" apapun yang aku perbuat, maka "AKIBAT" itu pula yang akan ku terima.

Perbuatan buruk akan berbuah buruk.
Perbuatan baik akan berbuah baik.

Kadang terlihat "seperti" ada perbuatan baik yang di balas dengan kejahatan, namun sesungguhnya bukan perbuatan baiknya yang berbuah buruk,melainkan karena kondisi diisaat itu pas untuk kamma buruk "masa lampaunya" berbuah sehingga perbuatan baik tersebut kemudian menjadi pemicu munculnya buahnya kamma buruk "masa lampau" orang tersebut, sehingga terlihat seolah olah perbuatan baik tersebut berbuah buruk, padahal sesungguhnya itu adalah buah kamma buruk masa lampaunya yang matang disaat ini karena kondisinya sudah pas.

Sedangkan Perbuatan Baiknya disaat ini tetap akan menghasilkan buah baiknya bila kondisinya juga sudah pas dan tentunya akan muncul juga melalui pemicunya sendiri disaat itu.

Demikian pula sebaliknya perbuatan buruk yang seolah olah terlihat berbuah baik.

Meskipun ini sulit dibuktikan dan "andaikan" bahkan kalimat diatas adalah salah, ternyata PERBUATAN BAIK BENAR BENAR BELUM TENTU BERBUAH BAIK, namun tetap memilih untuk tidak melakukan perbuatan jahat AKAN SELALU MENJADI PILIHAN YANG TERBAIK, karena orang yang melakukan perbuatan jahat HIDUPNYA TIDAK AKAN PERNAH TENANG.

Oleh karena itu bila belum ada kebajikan (Perbuatan Baik) yang bisa kita lakukan saat ini setidaknya cobalah mulai belajar untuk
HINDARI KEJAHATAN
Kemudian baru PERBANYAK KEBAJIKAN (Pebuatan Baik), dan terakhir
SUCIKAN HATI DAN PIKIRAN, inilah intisari ajaran Buddha, jalan menuju Lenyapnya Penderitaan.

Semoga Semua Mahluk Berbahagia..._/\_

Ŝα‎​Ðнů(*)Ŝα‎​Ðнů(*)Ŝα‎​Ðнů


Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 06 Juli 2013

Sepuluh jenis karma baik dan Sepuluh jenis karma buruk :

Sepuluh jenis karma baik :

1. Gemar beramal dan bermurah hati (Dana) - Akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehidupan yang akan datang
2. Hidup bersusila (Sila) - Mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbahagia
3. Bermeditasi (Bhavana) - Berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam bahagia sorga sorga sampai step by step tahap kondisi Nibbana/Nirvana
4. Berendah hati dan menghormati orang yang patut dihormati (Apacayana) - Menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur
5. Berbakti atau melayani orang yang patut dilayani (Veyyavacca) - Berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat
6. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain atau pemberian Jasa (Pattidana) - Berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih dalam banyak hal
7. Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain atau turut bahagia atas kebaikan orang lain (Pattanumodana) - Menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan
8. Mendengarkan Dharma (Dharma Savanna) - Berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan
9. Membabarkan Dharma (Dharma Desana) - Berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan
10. Mengarahkan pada pandangan benar (Ditthijju karma)- Berbuah dengan diperkuatnya keyakinan
***

Sepuluh jenis karma buruk :

1. Pembunuhan (Panatipata) - Akibatnya pendek umur, berpenyakitan, senantiasa dalam kesedihan karena terpisah dari keadaan atau orang yang dicintai, dalam hidupnya senantiasa berada dalam ketakutan
2. Pencurian atau mengambil barang yang tidak diberikan (Adinnadana) - Akibatnya kemiskinan, dinista dan dihina, dirangsang oleh keinginan yang senantiasa tidak tercapai, penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain
3. Perbuatan asusila (Kamesumicchacara) - Akibatnya mempunyai banyak musuh, beristeri atau bersuami yang tidak disenangi, terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal seksnya
4. Berdusta (Musavada) - Akibatnya menjadi sasaran penghinaan, tidak dipercaya khalayak ramai
5. Menfitnah (Pisunavaca) - Kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti.
6. Kata-kata kasar dan kotor - Akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain
7. Omong kosong (Samphappalapa) - Akibatnya bertubuh cacat, berbicara tidak tegas, tidak dipercaya oleh khalayak ramai
8. Keserakahan atau ketamakan(Abhijja) - Akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat-sangat diharapkan
9. Kebencian, kemauan jahat atau niat untuk mencelakakan makhluk lain (Vyapada) - Akibatnya buruk rupa, macam-macam penyakit, watak tercela
10. Pandangan salah (Micchaditthi) - Akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya, kurang bijaksana, kurang cerdas, penyakit yang lama sembuhnya, pendapat yang tercela
***


Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 15 Juni 2013

Pikiran adalah Pelopor

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk.
Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.
(Dhammapada)

Ketika aku merenungi diri sendiri, aku menyadari betapa kentalnya egoku.
Ego inilah yg menjadi benih keserakahan dan kebencian.
Aku ingin ini, ingin itu..aku tdk mau dirugikan..
aku merasa malu karna begini begitu..
harga diriku tercela..aku..aku...dan aku....

Ketika aku merenungi kembali hal" tersebut, aku menyadari kalau hal itu timbul karena aku memandang bahwa diriku adalah yg paling penting dan utama dalam dunia ini.
Hampir semua tindakanku berlandaskan ego. Aku harus sadar kalau hal-hal inilah yg menyebabkan penderitaan..
aku menderita karena hal-hal yg terjadi tidak seperti diharapkan oleh ego pada diriku

Jikalau aku sadar , tidak semua hal bisa berjalan seperti yg aku mau...
Jikalau aku sadar , hal yg terjadi itu, akan membawa makna yg jauh lebih dari yg aku ketahui....

Percayalah...
hal itu akan membuka wawasan yg baru
mengajari hal" yg baru,
disinilah kedewasaan akan teruji.
bersikaplah bijaksana..
bukalah hati...
terimalah semuanya dngn senyuman...
bagaimanapun, hidup ini hanyalah suatu perjalanan...

Biarlah yang terjadi berlalu..


Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 26 Mei 2013

Paku Kemarahan

Seorang pemuda sedang meminta maaf kepada pacarnya, karena ia memiliki emosi yang tinggi, sedikit-sedikit marah, pacarnya selalu memaafkannya.. Tetapi karena hal itu sering terjadi, sambil membawa pria tsb kepada sebuah tembok,

Sang gadis berkata, "Aku bisa memaafkanmu, dan mulai skarang, jika kamu marah, pakulah 1 buah paku pada dinding ini"..

Hal itu berjalan sampai paku di dinding tsb penuh, pemuda itu pun berkata, "Dinding ini sudah penuh, aku tak bisa memakunya lagi"...
Sang gadis membalas, "Sekarang, coba cabutlah paku2 yang sudah kau pasang itu"..

Setelah paku dicabut, gadis itu pun berkata : "Paku itu adalah kemarahanmu dan kata2mu yg menyakiti hatiku, dan dinding ini hatiku, setiap kau marah, kau memaku 1 paku dihatiku, dan saat kau meminta maaf, kau mencabut paku itu, tetapi kau bisa lihat, dinding yang sudah dipaku, meninggalkan bekas, meskipun kamu coba menambalnya, tidak akan kembali seperti dulu.."

KESIMPULANNYA : "Oleh karena itu, jagalah kata2mu, baik kepada pasanganmu, keluarga, maupun teman2mu..




Sent from BlackBerry® on 3