Minggu, 05 April 2015

Berapa nilai seorang anak?

NILAI SEORANG ANAK...

Berapakah nilainya ? Jika ditanya, pasti bingung menjawabnya. Karena tidak bisa diukur dengan materi, tidak ternilai ! Benarkah ? Kenyataannya, sering kali anak dinilai sangat rendah.

Lebih rendah dari sebuah guci kristal. Ketika pecah tanpa sengaja, rasa marah memecahkan perasaan anak. Guci lebih berharga !

Lebih rendah nilainya dari sebuah mangkok/piring. Jika pecah, suara meninggi memecahkan hati sang anak.

Lebih rendah dari semangkok sayur yg tumpah. Mata yg melotot terasa lebih pantas walaupun harus menumpahkan air mata sang anak !

Lebih rendah dari sebuah mobil. Jika tergores, goresannya dianggap lebih berbahaya dari goresan hati sang anak.

Berapa nilai anak ?

Adakah sejauh ikhlas kita menahan diri hingga tidak merusak hatinya ?

Adakah sejauh menempatkan harga dirinya "jauh" di atas benda 2x mati yg dimiliki.

Ulat atau kupu-kupu?

SEEKOR ULAT DAN KUPU-KUPU

Banyak manusia menjalani hidup dengan ketidaktahuan, gagal menyadari potensi luar biasa dari keadaannya sebagai manusia.
Hidup dengan kebiasaan kita, dan ini menjadi hidup kita, tidak berbeda dengan ulat kecil yang makan daun setiap hari. Bagi seekor ulat, daun adalah dunianya! Setelah memakan satu daun, ulat itu akan merangkak ke daun berikutnya.

Suatu pandangan yang sempit!

Apakah kita menjalani hidup seperti ulat? Apakah ada kebosanan akibat rutinitas dalam hidup kita dari hari ke hari? Apakah kita memiliki visi yang miskin dan sempit, tanpa kekuatan dan kreativitas?

Namun demikian, masih ada ulat lain; ulat yang dapat merubah diri menjadi seekor kupu2 yang merasakan dunia yang luas dengan terbang ke angkasa, dan menghirup manisnya madu dari bunga.

Manusia dapat memilih untuk menjadi ulat atau kupu-kupu.

Mereka yang menghargai bernilainya terlahir sebagai manusia ini memiliki potensi untuk mengubah diri.
Mereka yang mencari dengan segala usaha dan berjuang untuk mengembangkan diri dari dalam, akan meraih kesuksesan.

Hari ini adalah masa depan dari kemarin dan akan menjadi masa lalu untuk hari esok.
Hidup disini dan sekarang serta melakukan yang terbaik di saat ini adalah merawat masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

Untuk mengatasi segala halangan dan rintangan demi mencapai batin yang murni, kita perlu melampaui tindakan rendah hati dan menjaga kebajikan untuk mengembangkan benih yang bermanfaat dalam batin.

Semoga anda bisa menggunakan waktu setiap hari untuk membersihkan batin. Istirahatkan pikiran anda dari tugas duniawi yang tanpa henti dengan mengijinkan pikiran damai dan berada dalam jalan menuju pengertian yang mendalam. Akhirnya, anda akan menemukan "Batin yang seimbang" dalam diri.


"Sabbe satta bhavantu sukhitatta"
สัพเพ สัต ตา ภะ วัน ตุ สุขิตัต ตา
may all beings be happy..
semoga semua makhluk berbahagia..

Pergerakan

~ Pergerakan ~

Apakah daun yang gugur dari pohon merasa dikalahkan oleh angin?

Apakah orang yang bertahun-tahun mempersiapkan diri mendaki gunung tertinggi merasa terkalahkan saat mendapati puncak gunung itu ternyata diselimuti awan gelap?

Apakah seorang pemuda yang ditolak lamarannya akan mengatakan cinta itu tak ada?

Apakah musim kemarau harus mempertahankan kekuasaaannya agar tak digantikan oleh musim hujan?

Apakah rumput harus menolak dimakan oleh rusa yang kemudian menjadi mangsa singa?

Itulah siklus alam. Tidak ada kekalahan atau kemenangan.

Yang ada hanyalah PERGERAKAN.

Jangan putus asa saat masa sulit.
Jangan terlena di saat kemenangan.
[Paulo Coelho]

"Defeat is a state of mind; no one is ever defeated until deafeat has been accepted as a reality" ( Kekalahan adalah bentuk pikiran; tidak ada manusia yang terkalahkan hingga kekalahan diterima sebagai kenyataan) ~ Bruce Lee

Bahagia ada di Dalam Diri Kita

Bahagia ada di Dalam Diri Kita
Oleh Bhante Pannyavaro

Orang miskin makan makanan yang sederhana sudah nikmat sekali.
Tetapi, bagi orang yg kaya raya, makan makanan yang mewah baru merasa nikmat.

Kalau kita periksa, di dalam makanan yang sederhana & makanan mewah itu, adakah kebahagiaan disana?
Tidak ada!
Senang & nikmat ada di dalam batin.

Kalau orang kaya kita beri makanan yang sederhana menjadi kecewa & jengkel. Apakah kecewa & jengkel itu ada dalam makanan itu? Ternyata tidak ada! Kecewa & jengkel ada di dalam batin.
Kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri. Kita tidak perlu mencarinya jauh

Agama apapun tidak bisa menghadiahkan kebahagiaan, tapi hanya menunjukkan caranya. kita sendiri yang harus melaksanakannya. Semua itu bergantung kepada kita sendiri.

Siapa yang membuat bahagia? Kita sendiri.
Siapa yang membuat tidak bahagia? Kita sendiri juga.
Kebahagiaan bergantung pada perubahan yang kita lakukan di dalam diri

Kalau kita berani mengubah sikap hidup, menghancurleburkan keserakahan, keakuan; tidak hanya untuk menjaga gengsi, tetapi benar-benar ingin menghancurkan nafsu keburukan, maka kebahagiaan akan muncul dalam batin kita.

jika kebahagiaan sudah muncul di dalam batin, kita akan merasa bahagia setiap saat.

Cobalah renungkan, kebahagiaan ada di dalam diri kita, tidak ada dalam makanan, tidak ada dalam pakaian, tidak ada dalam rumah yang bagus, juga tidak ada di dalam mobil yang berganti-ganti.

Apa saja yang kita hadapi, bisa membuat kita menderita, karena penderitaan itu kita yang membuatnya sendiri.
Sebaliknya, kita juga bisa untuk tidak membuat penderitaan.

Jadi kalau menghadapi apapun, buatlah agar tidak menjadi menderita karena kita sendiri yang bisa membuat menjadi penderitaan atau tidak menjadi penderitaan.
(Bhikkhu Sri Pannavaro)

Kebiasaan Membentuk Karakter

KEBIASAAN MEMBENTUK KARAKTER
•• •• •• •• •• •• •• ••

PERBEDAAN mendasar antara orang yg GAGAL & SUKSES hanyalah terletak pada KEBIASAAN yg di lakukannya setiap hari.

Baik di sadari maupun tidak, apa yg kita lakukan setiap harinya, lama kelamaan akan menjadi sebuah KEBIASAAN.

Jika kita kerap datang terlambat,
bangun siang, mengeluh, berpikir negatif, maka lambat laun hal ini akan menjadi KEBIASAAN.

Apabila sudah menjadi KEBIASAAN,
secara perlahan namun pasti akan membentuk KARAKTER kita.

Jadi...
KEBIASAAN SESEORANG SANGAT BERPENGARUH PADA KEMAJUAN DIRINYA !!!

ORANG yg BERHASIL memiliki KEBIASAAN yg BERBEDA dari kebanyakan orang.

Mereka begitu KONSISTEN menjalankan perannya:
• BERFOKUS pada TUJUAN
• Mengisi diri dgn TERUS BELAJAR
• Memprogram PIKIRAN tiap pagi untuk selalu POSITIF & BERSYUKUR
• DISIPLIN & berpegang teguh pada KOMITMEN untuk keberhasilan

Bagaimana dgn kebiasaan Anda ?

Silahkan cek kebiasaan Anda...

Jika Anda merasa bahwa apa yg biasa Anda lakukan, bicarakan, pikirkan selama ini, ternyata tidak memberi nilai manfaat, sekaranglah saatnya bagi Anda untuk berubah.

MENGUBAH KEBIASAAN ITU PERLU SEBUAH KOMITMEN & KONSISTENSI UNTUK TERUS MENERUS MENGUPAYAKAN PERUBAHAN YG LEBIH BAIK & BERMANFAAT UNTUK ORANG BANYAK & DIRI SENDIRI !!!

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! <3

Kapan Harus Diam

Kapan Diam

Seorang bijak memberikan seorang pangeran tiga set boneka kecil.

Pangeran merasa tidak senang.
"Memangnya aku anak perempuan, masakan Anda memberikan saya boneka?" tanya Pangeran.

"Ini adalah hadiah untuk seorang raja masa depan," kata orang bijak itu.
"Jika Anda perhatikan dengan teliti, Anda akan melihat sebuah lubang di telinga masing-masing boneka."

Orang bijak itu menyerahkan seutas tali.
"Lolosi ini melalui telinganya pada setiap boneka," katanya.

Penasaran, sang Pangeran mengambil boneka pertama dan menempatkan tali itu ke dalam telinga yang satu dan keluar melalui telinga yang lain.

"Ini adalah salah satu tipe orang," kata orang bijak.
"Apa pun yang Anda katakan padanya, keluar dari telinga yang lain.
Ia tidak mempertahankan apa pun."

Pangeran menempatkan lagi tali ke dalam telinga boneka kedua, yang ujung tali yang lain keluar melalui mulut.

"Ini adalah jenis orang kedua," kata orang bijak.
"Apa pun yang Anda katakan padanya, ia akan memberitahu orang lain."

Pangeran mengambil boneka ketiga dan mengulangi proses.
Tapi, tali itu tidak keluar.

"Ini adalah jenis orang ketiga," kata orang bijak.
"Apa pun yang Anda katakan padanya terkunci dalam dirinya.
Ini tidak akan pernah keluar."

"Jenis orang yang seperti apa yang terbaik?" tanya Pangeran.

Orang bijak kemudian menyerahkan boneka keempat, sebagai jawabannya.

Ketika pangeran menempatkan tali pada telinga boneka itu, keluar dari telinga yang lain.

"Lakukan lagi," kata orang bijak itu.

Pangeran mengulangi proses itu.
Kali ini tali keluar dari mulut.
Ketika ia menempatkan tali ketiga kalinya, ternyata tali itu tidak keluar sama sekali.

"Inilah jenis terbaik dari seseorang," kata orang bijak.
"Untuk dapat dipercaya, seseorang harus tahu kapan untuk tidak mendengarkan, kapan harus diam, dan kapan harus berbicara."

Carilah Terang

-Carilah jalan terang-

Jika listrik mendadak mati di malam hari, apa yang kali pertama kita cari? Kalau tidak senter, biasanya lilin. Yang jelas, kita akan segera berusaha mencari hal yang bisa membuat terang. Begitu pula saat kita berada di sebuah ruang gelap. Yang pertama dicari adalah saklar lampu untuk menerangi kegelapan. Tanpa disadari, kita sudah sangat bergantung pada terang. Dan memang, mata tak kan bisa melihat tanpa adanya terang. Secara hukum alam, benda yang tak terkena cahaya, tak akan bisa kita lihat karena tak ada pantulan sinar yang masuk ke mata.

Tapi sayangnya, ketika terang sudah kita dapat, saat kita bisa melihat dengan jelas karena adanya cahaya atau sinar, kadang kita lupa bersyukur. Kita hanya merasa biasa saja matahari bersinar membuat kita bebas melihat apa saja tanpa bantuan lampu atau lilin. Tak jarang, malah kita mencaci matahari saking panasnya bersinar. Malam hari, saat listrik memberikan terang melalui lampu yang menyala, kita pun sudah merasa biasa saja. Padahal, di luar sana, barangkali masih banyak orang yang belum mendapat saluran listrik hingga tiap malam hanya diterangi temaram bulan purnama atau lampu minyak dan lilin.

Sadarkah kita, kalau sebenarnya sinar terang itu adalah kenikmatan mutlak yang telah ada.

Coba ingat saat tiba2 lampu mati. Tak jarang orang segera mengutuk kegelapan yang terjadi. Betapa tidak nyamannya gelap. Inilah yang patut kita renungkan, betapa terang adalah sebuah keberkahan.

Terang mengajarkan banyak hal dalam kehidupan. Untuk itu, mari selalu mensyukuri terang dan nikmat yang bisa kita peroleh. Dan, ingat selalu, bahwa sehabis gelap, pasti akan selalu muncul terang. Sehabis malam, pasti datang pula siang. Semoga kita selalu mampu berpikir terang, dan tetap optimis di dalam kondisi apa pun yang kita hadapi saat ini. Sehingga, kita mampu menegakkan kebaikan di setiap kesempatan.


"If you light a lamp for somebody, it will also brighten your path" ~ Buddha